MENJELASKAN TAHAPAN ANALISIS RISIKO

Pada umumnya resiko dapat diartikan sebagai suatu umpan balik negatif yang timbul dari suatu kegiatan dengan tingkat probabilitas berbeda untuk setiap kegiatan. Pada dasarnya resiko yang dapat muncul dari suatu kegiatan tidak dapat dihilangkan akan tetapi dapat diperkecil dampaknya terhadap hasil suatu kegiatan. Proses menganalisa serta memperkirakan munculnya suatu resiko dalam suatu kegiatan disebut sebagai manajemen resiko. Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut. Tahapan kegiatan analisis risiko antara lain meliputi: (1) Identifikasi hazard (2) Proyeksi risiko (3) Penilaian risiko dan (4) Manajemen risiko. Penilaian risiko dapat dilakukan secara kuantitatif atau kualitatif sebagai berikut:

1. Identifikasi Hazard

Dalam aktivitas identifikasi, maka informasi yang akan didapatkan adalah tipe hazard dan magnitude hazard. Merupakan suber potensi kerusakan atau situasi yang berpotensi untuk membuat kerugiaan.

2. Proyeksi Risiko

Proyeksi atau estimasi risiko dilakukan untuk menilai risiko berdasarkan kecenderungan bahwa risiko tersebut akan menjadi kenyataan dan segala konsekuensi dari masalah yang berhubungan dengan risiko tersebut. Proyeksi risiko merupakan komponen utama dalam tahap penilaian risiko.

3. Penilaian Risiko

Risiko diberi bobot berdasarkan persepsi dampak dan prioritas. Dampak merupakan fungsi dari 3 faktor yaitu: Kecenderungan akan terjadi, lingkup risiko yang merupakan kombinasi tingkat keparahan dan jangkauan distribusi risiko dan waktu yang berdampak dirasakan.

4. Teknik Penilaian Risiko

Teknik penilaian risiko dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif. Karakteristik penilaian kualitatif meliputi efek, estimasi frekuensi pemajanan (harian, mingguan, bulanan), lokasi hazard dalam hubungannya dengan tempat. Sedangkan karakteristik penilaian kuantitatif meliputi data pengukuran pemajanan, konsentrasi zat, angka, modeling analisis konsekuensi dari pemajanan terhadap hazard dan modeling frekuensi pemajanan.

Pada dasarnya, faktor resiko dalam suatu perencanaan sistem informasi, dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kategori resiko, yaitu :

a. Catastrophic (Bencana)

b. Critical (Kritis)

c. Marginal (kecil)

d. Negligible (dapat diabaikan)

Suatu resiko perlu didefinisikan dalam suatu pendekatan yang sistematis, sehingga pengaruh dari resiko yang timbul atas pengembangan teknologi informasi pada suatu organisasi dapat diantisipasi dan di identifikasi sebelumnya. Mendefinisikan suatu resiko dalam pengembangan teknologi informasi pada suatu organisasi terkait dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle [SDLC]), dimana fase-fase penerapan SDLC dalam pengembangan teknologi informasi di spesifikasikan analisa resiko.

Mengidentifikasikan ancaman-ancaman adalah aksi yang terjadi baik dari dalam sistem maupun dari luar sistem yang dapat mengganggu keseimbangan sistem informasi. Timbulnya ancaman dapat dipicu oleh suatu kondisi dari sumber ancaman. Sumber ancaman dapat muncul dari kegiatan pengolahan informasi yang berasal dari 3 hal utama, yaitu (1) Ancaman Alam (2) Ancaman Manusia, dan (3) Ancaman Lingkungan. Ancaman yang berasal dari manusia memiliki karakteristik tersendiri, serta memiliki alasan tersendiri dalam melakukan gangguan terhadap sistem informasi yang ada.

Selain itu terdapat dua penilaian risiko yaitu, kuantitatif dan kualitatif

1. Penilaian Kuantitatif Risiko

Kuantifikasi terhadap suatu risiko akan sangat tergantung pada kondisi nature hazard, kemudahan ini untuk diukur (measurable) dan adanya suatu standar yang dipakai. Untuk mengkuantifikasi risiko, ketiga komponen risiko (frekuensi, probabilitas dan hasil jadi atau outcome) harus bisa diekspresikan secara matematika (modeling). Modeling adalah teknik untuk melihat pola kejadian. Frekuensi dapat diekspresikan dengan menggunakan data riwayat pemajanan atau incident record. Kelemahan penilaian ini risiko kuantitatif, antara lain sifatnya yang sangat natur sehingga tidak dapat memperhatikan persepsi dan perlakuan terhadap hazard.

2. Penilaian Kualitatif Risiko

Metode penilaian ini risiko secara kualitatif terkesan subjektif dan memberi peluang untuk multi iinterpretasi dan debat. Persepsi risiko bisa bervariasi untuk setiap orang. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan yaitu:

- Fine’s Risk Score

Fines risk score adalah model untuk melakukan penilaian yang risiko dengan formula sebagai berikut: Risiko adalah hasil pengalian faktor-faktor yang terdiri dari konsekuensi x faktor exposure x faktor probabilitas (R = C x E x P).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH KASUS KARENA TIDAK DILAKUKANNYA AUDIT SI

Standar Panduan Audit Sistem Informasi

IOS (iPhone OS)